Wednesday, January 19, 2011

Belajar dari Ibu Ludya

Wajahnya terlihat penuh harap,renta karena usia, kulit kusam,kurus dan terbaring lemah,itulah Ibu Ludya yang kemarin kami besuk di Rumah Sakit Dirgahayu Ruang St.Michael No.3 sekitar jam 6 sore, saya dan saudara - saudara saya dari Keluarga Besar Mahasiswa Kristen Universitas Mulawarman tidak bisa berkata banyak ketika melihat kondisi ibu tersebut.Sambil sesekali melihat kondisi sekitar ruangan, kami berbincang dengan ibu Ludya." walaupun saya begini,satu saja,tetap Dia Yesus harapan saya,ini cobaan supaya Tuhan bisa lihat,sampai mana ketahanan kita" demikian ujarnya secara perlahan - lahan.
Menurut Diagnosa Dokter,Ibu Ludya mengidap penyakit Tumor Usus,
ia dirawat di rumah sakit ini sudah sekitar dua bulan dan telah melakukan operasi pengangkatan tumor,dan menurut cerita salah seorang rekan kami,anak ibu ini tidak melanjutkan studinya lagi karena hal ini,ibu tersebut seharusnya sudah pulang ke rumah,tapi karena tertahan dengan masalah administrasi sehingga beliau masih dirawat ditempat tersebut.Tidak banyak yang bisa kami berikan untuk ibu ini,tetapi semoga kedatangan kami dan sumbangan yang kami berikan bisa memberikan penghiburan dan sukacita bagi ibu Dahlia.

Sebelum kami pulang,terlebih dahulu kak Agung mengajak sharing ibu Ludya,dengan pertanyaan pertamanya "Ibu kenal Yesus,bagaimana pendapat ibu tentang Yesus?" setelah mengetahui pemahaman ibu Dahlia tentang keselamatan,kami berdoa bersama dan pulang.




#Pulang dulu ya bu,Cepat sembuh ^^(Sambil Tersenyum Tulus Pada Ibu Ludya)

Read More......

Indahnya Berbagi Kasih

Hai Sahabat - sahabat blogger,Gimana kabarnya?Semoga baik - baik saja ya,setelah sekian lama tidak menulis dan hampir - hampir blog ini terlupakan,akhirnya hari ini kembali diingatkan untuk mengisi  blog ini.
Sahabat sekalian,tidak banyak yang akan saya ceritakan,tapi saya ingin berbagi sedikit tentang apa yang saya alami di hari ini sebagai awal mula perbincangan kita yang sudah lama terputus :P.
Samarinda,Kota Tepian,Kota dimana membuat saya semakin pintar dan terkenal ini ^^(No Protes,please),di Lingkungan Universitas ternama di Kalimantan Timur :D, di tempat berkumpulnya orang - orang yang doyan berorganisasi,Sekitar jam 3 Sore,sesuai hasil rapat dan berdasarkan Sms or mandat ketupat yang kadang - kadang  SOTA,kami 3 wanita cantik,duduk manis menunggu kedatangan yang lainnya,dimana pada hari ini 19 Januari 2011 berencana untuk mengunjungi salah satu tempat rehabilitasi orang - orang yang mengalami gangguan mental, maksud kedatangan kami adalah ingin berbagi kasih,berbagi sukacita dalam rangka perayaan Natal dan tahun baru.setelah menunggu lebih dari 30 menit,satu persatu datang dan sekitar pukul 16.30 kami atas nama Keluarga Besar Mahasiswa Kristen dan Keluarga Mahasiswa Katolik  berangkat menuju yayasan tersebut,dan setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit akhirnya kami tiba  di Yayasan ini.
Yayasan ini bernama Joint Adulam Ministry ( JAM),berada di jalan merdeka, yayasan ini telah berdiri sekitar 12 tahun dan saat ini dipimpin oleh seorang wanita berdarah manado yaitu Ibu Rina Johan, karena dua tahun yang lalu,sumai beliau telah lebih dahulu dipanggil oleh Tuhan. Dengan Motto " Kami Pasti Bisa" ibu Rina terus melanjutkan pelayanan ini,ia percaya dan tidak ingin berputus asa ”Di tengah kelemahan, Tuhan memberikan kekuatan. Saya hanya punya prinsip dan kemauan dan Tuhan yang melengkapinya," begitu ujarnya pada sebuah koran harian KalTim.
Setibanya kami disana,kami disambut dengan baik oleh staf yang ada disana, diawali dengan doa pembukaan dan puji - pujian yang di pimpin oleh Sdr. Paus, kami benar - benar merasakan sukacita,apalagi melihat antusias seorang Saudara kita yang ada disana,namanya Leo,ia begitu antusias,bahkan sempat membuat saya terharu ketika meruqest lagu " Ku Mau Cinta Yesus", mengesankan,mengingat kondisinya yang demikian.Setelah beberapa pujian, Saudara Boni, Ketua Panitia Natal Civitas Akademika Universitas Mulawarman tahun 2010,menyampaikan kata sambutan singkat, dan setelah itu secara simbolik menyerahkan kepada yayasan bantuan senilai Rp.XXX.XXX beserta barang - barang yang diperlukan.
Menurut kesaksian Kak Ita,salah seorang staff JAM,"Secara logika tidak mudah untuk merawat 107 orang pasien dengan tenaga staff yang hanya 6 orang, dan kalau saudara - saudari sekarang bisa melihat mereka (pasien) bisa duduk tenang, bisa diberi tahu,semua karena Anugerah Tuhan ", untuk mengakhiri perjumpaan kami hari ini dengan mereka,kembali di tutup dengan doa yang dibawakan oleh Kak Agung.
Berikut Hasil Dokumentasi,saat bersama sodara / i terkasih di JAM.












Read More......

AddThis

Bookmark and Share